Welcome to Spain (Part 1)

Berawal dari ketidaksengajaan menemukan tiket murah Lübeck-Girona (Spanyol), akhirnya saya dan bertiga belas teman lainnya berangkat ke Spanyol juga. Harga tiket maskapai Ryan Air yang cuma 10 € one way itu menggiurkan memang, membuat tanpa ba-bi-bu langsung capcus bayar. Padahal sebaik-baik cerita dilihat dari bagian akhirnya. Benar saja, 300-400 € melayang dari rekening di akhir cerita. Haha..

Kami berangkat dari Goettingen pada 6 April, karena beberapa teman-teman baru saja menyelesaikan ujian winter semester mereka di tanggal 5 April. Tujuan pertama kami adalah Lübeck Airport di Hamburg. Ternyata ini bandara kecil. Bahkan pada saat pertama menginjakkan kaki di dalam bandara, counter-counter check in nya belum ada yang buka. Sepi sekali. Pesawat yang melintas juga kebanyakan adalah pesawat-pesawat kecil.

IMG_0181

IMG_0209

Karena pesawat kami memang dijadwalkan take off sekitar jam 21.00, jadi sambil menunggu kamera pun beraksi.

IMG_0203

IMG_0184

Sekitar jam 20 counter check in dibuka. Karena tidak seramai bandara besar, jadi tidak perlu mengantri untuk check in. Akhirnya sekitar jam 21 kami masuk ke pesawat. Dan dua setengah jam kemudian tiba di Girona.

Tidak berbeda dengan Lübeck. Girona juga adalah bandara kecil di bagian utara Spanyol. Jadi, kami harus menggunakan bus dari sini ke Barcelona City. Dengan menggunakan Barcelona Bus (25 euro untuk return trip) dan memakan waktu 1,5 jam, akhirnya kami tiba juga di Barcelona City. Saat pertama tiba, waktu sudah menunjukkan pukul 01-30 pagi. Sepi, dan sialnya lagi sebelum berangkat saya lupa melihat rute perjalanan ke hostel.

Akhirnya setelah mampir dulu ke pos polisi untuk tanya-tanya dan berkeliling-keliling nyasar gak jelas akhirnya sampai juga di hostel sekitar pukul 3 pagi.

#####

Hari pertama.

Hari pertama kami punya tour guide pribadi, haha. Namanya Mas Mahesa. Orang Indonesia yang sedang kuliah di Barcelona. Tempat tujuan pertama adalah Plaza Catalunya. Kebetulan di sini hari ini sedang ada lomba lari maraton sekota. Rame banget.

IMG_0243

Dari sini, trus sengaja mencari tempat untuk mengatur agenda tur dalam kota.

IMG_0255

IMG_0257

Karena masing-masing kami gak berangkat sendiri-bawa tas yang lumayan berat-Mas Mahesa membawa kmi ke tempat penitipan barang.

IMG_0293

IMG_0296

Dari sini kami menyusuri jalan-jalan di Barcelona city, mengunjungi beberapa katedral dan gedung parlemen.

IMG_0287

IMG_0311

IMG_0329

IMG_0342

IMG_0337

Jalan-jalan di dalam kota Barcelona yang ditujukan bagi pejalan kaki sengaja dibangun di antara gedung-gedung, sehingga terkesan sempi. Namun, ini sebenarnya ditujukan agar pejalan kaki terhindar dari terik matahari secara langsung karena terhalang oleh bangunan. So, tetap nyaman berjalan kaki di dalam kota.

Selanjutnya adalah waktu yang ditunggu-tunggu setelah berjalan kaki sekian jam di dalam kota, yaitu lunch. Kami makan di siang di sebuah resto spanyol. Menurut Mas Mahesa, menunya enak dan familiar dengan lidah Indonesia. Benar saja, saya bahkan memesan nasi plus daging yang rasanya seperti kari.

IMG_0394

IMG_0402

Setelah kenyang dan menyempatkan shalat dzuhur di sini, kami melanjutkan perjalanan ke pantai. Woww…
Sayangnya, karena summer sejatinya belum tiba, jadi cuma bisa mengambil foto-foto dari bibir pantai.

IMG_0471

Sebelumnya, kami tidak melewatkan menikmati salah satu makanan khas Spanyol; Churros.

IMG_0421

IMG_0422

Setelah dari pantai, perjalanan dilanjutkan menuju Neu Camp Barcelona. Sayangnya, ternyata Neu Camp hanya buka sampai pukul 13.30 di hari minggu. Dan kami tiba di sana sekitar pukul 15.00. Akhirnya cuma bisa mengambil foto dari depan entrance gate saja. Padahal teman-teman cowo sudah sangat bersemangat ingin masuk ke stadionnya.

IMG_0559

Selanjutnya, kami menuju museum nasional Catalunya. Hal menarik di sini adalah pada pukul 19.00 tepat, kami berkesempatan menyaksikan tarian air mancur yang diiringi lagu kebesaran kota Barcelona.

IMG_0573

IMG_0629

Dari sini kami menuju La Sagrada Familia. Ini adalah tujuan terakhir di kota Barcelona. La sagrada Familia adalah sebuah katedral yang mulai dibangun pada tahun 1883 . Namun, hingga saat ini pembangunannya tak kunjung selesai. Pada awalnya katedral ini merupakan desain hasil karya Antonio Gaudi. Setelah kematiannya, ide pembangunannya dilanjutkan oleh sekumpulan arsitek terbaik di dunia. Sisi katedral bagian depan murni merupakan hasil pemikiran Gaudi. Sedangkan sisi katedral bagian belakang merupakan hasil pemikiran arsitek-arsitek yang melanjutkannya. Bedanya? Jelas sekali. Seperti bulan dengan bumi. Alahhh…Karya Gaudi yang sangat artistik jelas tidak bisa dibandingkan dengan karya arsitek-arsitek yang meneruskan pembangunannya. Menurut Mas Mahesa, ide Gaudi adalah membawa hawa katolik ke luar gereja. Jika selama ini orang-orang merasakan hawa katolik ketika mereka masuk ke dalam gereja, maka kali ini Gaudi ingin mereka dapat melihat dan merasakannya dari luar.

IMG_0650

Akhirnya, tiba saatnya kami berpamitan dengan Mas Mahesa. Karena esok hari kami harus terbang ke Granada dengan pesawat jam 6 pagi, jadi malam ini kami memutuskan langsung berangkat ke bandara dan menginap di sana.

Saya cuma bisa bilang satu: makasih banget untuk Mas Mahesa yang sudah berbaik hati mengajak kami berkeliling-keliling sekaligus menceritakan sejarah dan detail tempat yang kami kunjungi satu per satu.

#####

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s