Winter Semester Berlalu

Welcome in summer semester,,hoho nggak tepat summer juga sih. Wong dinginnya di luar flat masih menggigit. Tetapi in reality, sebenarnya tinggal menghitung hari dan masuk deh ke summer semester. Kalau sudah begini, saya dan teman-teman cuma mau bilang, “waktu kok cepat banget ya berlalunya?”

Kayaknya baru kemarin deh, kita bolak-balik gedung Dikti lantai 6 – Bogor, baru kemarin ngobok-ngobok Jakarta-Bogor buat persiapan musim dingin di Jerman, baru kemarin nangis-nangisan di depan pintu keberangkatan bandara Soekarno Hatta (Red: kalo ini saya, hahah).

Satu semester rasanya seperti baru kemarin. Dan di depan mata, harus segera setor nilai ke departemen di IPB, segera membereskan tesis dan antek-anteknya, trus nikah (haha).

Satu semester kemarin saya dan teman-teman ngapain aja ya?

Kuliah!

Kita kuliah kawan. Dengan beban 4, 5, sampai ada yang 6 modul di semester kemarin. Sebut saja modul compulsory; Ekonometrik, Sustainable International Agriculture, Socioeconomics and Rural Development, dan mandatory serta elective; Agricultural Policy, Microeconomics, Price Transmission, Marketing Research, Global Value Chain, dan Global Aquaculture.

Setiap modul rasanya punya cerita. Sebut saja Ekonometrik yang membuat kita benar habis-habisan. Habis-habisan memahami materinya, habis-habisan menertawakan kegeniusan dan kelucuan profesornya, habis-habisan mencela (kadang-kadang), habis-habisan mengasihani diri sendiri yang susah sekali paham dengan materinya, habis-habisan ngantuk di kelas, dan habis-habisan lainnya.

SIA alias Sustainable International Agriculture yang membuat kecar-kecir mengejar ketinggalan. Kalimat yang paling sering diucapkan adalah, “Ini bahasan apa?????”, ” Baru dengar deh…”, atau “Kamu ngantuk nggak?” Bagaimana tidak? Dengan background sebagian besar agribisnis yang notabene nggak jauh-jauh dari ekonomi, tiba-tiba belajar tentang animal husbandry, agronomi, tanah, kimia, dan biologi. uawwwww..

Agricultural Policy dengan persembahan persentasi pertama di Uni Goettingen. Poster, Paper, Konsultasi dan Presentasi. Cuma nggak bisa dipungkiri gantengnya sang dosen paling tidak memberi semangat konsultasi (ini saya).

Atau oral exam-nya Socioeconomics and Rural Development Prof Qaim yang membuat deg-degan setengah mati semua orang. 20 menit yang mencekam dan menentukan segalanya (red: nilai).

Semuanya punya cerita, punya masa dan masalah.

Namun apalah artinya satu modul, satu masalah, satu ujian, toh pada akhirnya kita sampai juga di semester berikutnya. Menyelesaikan semua cerita selama winter semester. Ya, nggak?

Party!

Kita party loh. Kalau saya bilang begini, plis jangan tanya kapan. Heyy..bukannya kita party setiap hari? Nggak di jalanan kampus ketawa-ketiwi kesana kemari, di flat (roko 9 dan 10), di zentrum, uni sport, atau di party sesungguhnya.

“Orang Indonesia itu bisa tertawa lepas tanpa mabok” Kata mereka.

Klinikum-Sub!

Tempat nongkrong paling asyik sedunia, oh ya saya lupa plus kamar flat juga bagi sebagian orang kalau di klinikum dan sub bibliothek sudah terserang kantuk. Mulai dari socioeconomics, SIA, sampai ekonometrik semuanya dibahas di dua tempat ini. Berjam-jam, datang pagi pulang malam.

Online!

Kalau ini saya cuma mau bilang, “kecepatan internet setingkat dewa memang membuat semuanya indah”. Mau ngapain aja di internet indah deh pokoknya.

Travelling!

Paris, Jerman dan sekitarnya dan Praha. Dan, akan segera menyusul kota-kota destinasi selanjutnya. Buktinya bisa dilihat di akun facebook dan tumblr masing-masing.

Eat and Fun!

Silahkan lihat pipi dan dagu masing-masing. Silahkan timbang berat badan dan BMI masing-masing. Orang-orang bisa langsung tahu kalau kita benar-benar bahagia di sini. Kenyataan loh. Beberapa kali saya dikasih tahu kalo saya gemukan. Dan entah mengapa kesimpulannya adalah “berarti bahagia di sana yak.”

“Oh, oke….ternyata kebahagiaan itu salah satunya diukur dari berat badan anda”

Cinta!

Ada si ganteng, ada si pirang, dan ada juga si abang dari negri sendiri.

Frienship!

Ini yang paling menarik. Lewat kehidupan bersama selama satu semester, kita jadi tahu kalau si A karakternya begini, si B begitu. Imbasnya adalah kita jadi belajar menjadi pendengar yang baik, ibu yang baik, memahami dengan baik, memaafkan, bersabar dan bersyukur.

Semua punya karakter masing-masing. Semua punya cerita satu sama lain.

Benar kata pepatah, “semuanya itu terasa indah begitu kita melaluinya”

Coba pikir betapa menderitanya rasanya tidak mengerti bahasan kuliah ekonometrik beberapa waktu yang lalu, betapa lelahnya menyelesaikan semua modul, tugas, presentasi, ujian, belum lagi ditambah masalah sama tetangga, salah paham, beasiswa mampet, dan lain-lain. Sekarang semuanya tinggal cerita. Seberapa lelah dan sakitnya masa itu, sekarang semuanya tinggal cerita. Cerita yang berakhir dari semua kisah yang kita usahakan masa itu.

So, welcome summer semester,

Semoga di semester ini kita semua jauh lebih baik, lebih semangat, dan lebih produktif.

NB: buat teman-teman yang masih ujian April, semoga ujian-nya sukses, Amin.

###puspichan palazzo

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s