Oh…Bread!! (Trip to European Bread Museum Ebergoetzen)

Image

17 Maret 2013

Ada yang ganjil dengan trip hari ini?

Heyy, bukannya ini trip Fachpartnerschaften Agrarwissenschaften? Kenapa jadi tur PPI?He,

Dari 22 peserta tur, yang bukan orang Indonesia cuma 6 orang, sisanya ya Indonesian delegation. Setelah berkumpul dan menunggu beberapa yang masih belum muncul, akhirnya rombongan berangkat dengan menggunakan bis. Jangan salah, ini bukan bis dalam kota Goettingen yang biasa dinaiki.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu selama 20 menit. Tapi, apalah artinya sebuah waktu? (halah…) Sepanjang perjalanan, apalagi yang akan terjadi kalo orang Indonesia sudah berkumpul? Tentu saja ngakak kemana-mana. Bener ya, bener-bener tur PPI.

Dari yang ngomongin flohmarkt, pulung-pulungan, foto, ngelantur sana-sini, sampai yang sifatnya agak privasi seperti cinta, (cieeee).

****

Eingang, für fußgänger zum, Brot Museum

ImageBread museum ini letaknya di Ebergötzen, sekitar 15 km dari Goettingen. Kesan pertama dari pemandangan di sekitarnya adalah ‘village‘ sekali. Lokasi bangunan museum sendiri berada di sebuah kompleks bersamaan dengan bangunan Wasserburg tower, windmill, watermill, historical park, apothecary garden, dan cafe. Namun kali ini kami hanya berkesempatan mengunjungi museum, windmill dan watermill-nya saja.

Yang menarik adalah, di dalam museum pengunjung tidak hanya bisa melihat-lihat koleksi yang terdiri dari sejarah from grain to bread selama lebih dari 8000 tahun, berbagai jenis roti, biji dan tepung gandum, alat-alat yang digunakan untuk menanam gandum, menggiling dan membuat roti,serta roti dalam agama, seni, budaya, dan dunia, tetapi pengunjung juga bisa membentuk sendiri roti sesuai keinginan dan hasilnya boleh dibawa pulang.

Si penjaga museum memberi penjelasan bahwa roti yang akan kami bentuk ini dinamakan sourdough german bread yang terbuat dari rye (gandum hitam) dan sedikit wheat.

Hasilnya, berbagai macam bentuk roti di atas loyang, dari yang bentuknya paling mirip sampai yang paling tidak mirip. Ada bebek, kura-kura, beruang, pirates the carribean, bunga, spongesbob, ikan, dan lainnya.

Hal lainnya yang menarik adalah ternyata di Jerman, setiap baker harus mengikuti pendidikan sebelum mereka profesi mereka. Dan biasanya pendidikan ini berlangsung selama 3 tahun, dimana mereka belajar cara membuat roti yang benar.

Setelah membentuk roti dengan keinginan masing-masing, kami dipersilahkan berkeliling-keliling gedung museum yang terdiri dari dua lantai. Setiap orang dibagi ke dalam grup yang terdiri dari 4-5 orang kemudian diberikan selembar kertas yang berisi daftar pertanyaan yang harus dijawab selama berkeliling di dalam museum. Okay, everything is alright kecuali informasi bahwa semua petunjuk di dalam museum berbahasa Jerman.

Butuh sekitar satu jam untuk menyelesaikan pertanyaan sekaligus berkeliling museum. Karena hampir semua peserta fasih berbahasa negara masing-masing dan english, akhirnya Katharina-lah (PJ tur) yang menjadi penyelamat semua orang.Dia menceritakan dan menerjemahkan setiap instruksi yang tertera pada museum dan kami tinggal mencatat di lembar pertanyaan kami (hihi).

ImageSelanjutnya adalah menuju windmill. Windmill ini dibangun pada tahun 1812. Dari penampakan luar windmill ini diragukan kekokohannya, namun siapa bilang? Ternyata ia mampu menahan semua peserta tur di dalamnya. Bahkan tour guide (orang yang bertanggung jawab dengan windmill ini) sempat beberapa kali melompat di dalam untuk membuat semua peserta berteriak histeris (eh, membuat semua peserta yakin maksudnya).

Sesuai dengan namanya, windmill memanfaatkan tenaga angin untuk penggilingan biji gandum menjadi tepung. Semua bagian di dalam windmill terbuat dari kayu yang usianya beratus tahun. Karena memanfaatkan tenaga angin, jadi windmill harus berubah posisi mengikuti arah angin. Yup, bangunannya bisa diputar ternyata. Satu-satunya yang statis adalah sebuah batang pohon yang diameternya melebihi ukuran orang dewasa untuk memeluknya. Dan benar saja, ketika menuruni tangga windmill terlihat bahwa tangga bangunannya tidak menyentuh tanah, begitu pula keempat kakinya, ditahan dengan menggunakan batu besar. Sedangkan untuk menjaga agar windmill tetap konstan ketika tidak sedang diputar adalah dengan diikat pada traktor (kondisi saat ini).

ImageKalau windmill memanfaatkan tenaga angin, maka lain halnya dengan watermill yang tujuannya sama tetapi menggunakan tenaga air melalui sungai. Watermill ini berada tidak jauh dari lokasi windmill. Dari luar tidak asing lagi sebuah turbin berputar terus-menerus karena aliran air sungai. Di bagian dalam yang juga terbuat dari kayu terdapat sebuah wadah penggilingan dan tempat tepung gandum yang telah selesai digiling ditampung.

ImageLucunya, si tour guide yang sedikit iseng menyuruh salah seorang peserta tur dari Indonesia untuk memasukkan tangannya ke dalam saluran penampungan tepung. Sebelumnya, salah seorang peserta menanyakan, mengapa terdapat bentuk wajah menyeramkan di bagian saluran penampungan tepung gandum? Tour guide menjawab ini untuk melindungi penggilingan dari hantu sungai. Untuk membuktikannya, ia meminta memasukkan tangan ke dalam saluran (mulut wajah menyeramkan).

“Plakkkk!!!”

Serentak semua peserta kaget dan berteriak.

Si tour guide tertawa, “Ya, itu jebakan tikus, hahaha…”

****

“Our time is 10 minutes more!”

Buru-buru kami kembali ke gedung museum, mengambil roti masing-masing yang sudah selesai dipanggang. Wow..the shapes are so cute. Selanjutnya adalah menuju halte bus dan kembali ke Goettingen.

****

Nice trip, nice bread really…

Kalo Eropa punya museum roti, karena mereka memang sangat tergila-gila dengan roti, maka seharusnya Indonesia juga punya museum nasi ya,,he

###puspichanpalazzo

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s