Sharing Tips Membuat Poster Menarik

Ini adalah presentasi pertama saya dengan menggunakan poster. Maklum, biasanya di indonesia pakenya power point. Ada positifnya, ada negatifnya juga. Pertama, tidak perlu membuat belasan slide yang sbenarnya bisa dibuat sesingkat mungkin. Kedua, kondisi ini memaksa saya mau tidak mau, suka tidak suka harus menguasai materi secara utuh. Mengapa? Jelas saja, karena tidak mungkin memasukkan semua materi dari paper atau tulisan ke dalam poster yang ukurannya cuma 90 X 127 cm. Ketiga, dari sisi audiens atau orang yang akan membaca poster, mereka bisa melihat secara utuh tulisan kita dan dalam banyak kesempatan, metode ini lebih efektif untuk menyampaikan pesan tanpa perlu mempresentasikannya, misalnya poster bisa ditempel di dinding atau di dalam pameran orang lain akan datang sendiri dan membaca poster kita.  Meski saya baru pemula, namun semoga ini menjadi catatan yang berguna, bagaimana menulis poster yang baik.

  1. Tidak ada ide yang benar-benar original. Semua orang bisa mendapatkan inspirasi dari mana saja, dari siapa saja, jadi penting ketika akan menulis poster, sebaiknya kita liat-liat dulu bagaimana tampilan poster yang menarik, Dari sana, mungkin akan muncul ide akan seperti apa poster kita.
  2. Anggap poster yang kita buat seolah punya karakter. Hal ini akan mempengaruhi warna apa yang akan kita gunakan, jenis font, jenis shape atau bahkan bentuk gambar dan diagram atau tabel yang akan ditambahkan.
  3. Salah satu kegunaan poster adalah untuk menceritakan tulisan kita secara utuh tanpa si pembaca harus menghabiskan waktu berlembar-lembar untuk membaca tulisan kita. So, gunakan tulisan seminimum mungkin. Seandainya kita ingin menjelaskan bagaimana proses terjadinya bumi, sungguh sangat membosankan membaca tulisan yang penampakannya sama semua bukan? Akan lebih efektif jika kita menggunakan diagram dengan variabel waktu misalnya, apalagi jika ditambah dengan gambar-gambar yang mencerminkan perbedaan di setiap waktu. Jadi, si pembaca bisa langsung menangkap maksud kita lebih cepat dibanding harus membaca dalam bentuk tulisan.
  4. Sebagai penulis, tujuan utama dan mulia (loh..) kita adalah memastikan bahwa orang lain yang akan membaca tulisan kita dapat memahami dengan baik apa yang kita maksud, apa yang ada di dalam kepala kita. Karena itu sesuaikan font, warna, dan ukuran dari sudut pandang pembaca. Jadi, ketika mengerjakan poster, coba posisikan kita sebagai pembaca, bisa membaca tulisan kita dengan cepat apa tidak? Atau bisa memahami tulisan kita apa tidak?
  5. Baca berulang-ulang, atau kalo bisa tempel di bagian ruangan yang akan sering kita lihat. Atau jika filenya masih dalam bentuk soft copy, buka dan pandang poster yang telah selesai lebih sering sebelum waktunya presentasi. Mengapa? Ini akan membuat kita bisa menemukan kesalahan-kesalahan kecil yang tidak kita temukan ketika pertama kali mengerjakannya.

Demikian sharingnya, semoga bermanfaat..dan semoga saya tidak lupa ketika dihadapkan pada keadaan harus membuat poster lagi. #PuspichanPalazzo

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s