PERCAYA PADA 5 CM DI DEPAN KENING KAMU

Di dunia ini, NGGAK pernah ada manusia yang kalah, cuma pelajarannya saja mungkin agak berat dibandingkan yang lain. So, buat temen-temen yang IPK nya pas-pasan, softskill nya masih standar, kantongnya kembang-kempis buat makan, proposal penelitiannya belum kelar, draft skripsinya belum rampung karena dosennya menghilang, atau yang udah sidang, lagi nge-apply job tapi belum ada panggilan, or yang bentar lagi lebaran tapi ga bisa pulang kampung, PERCAYALAH PADA 5 CM DI DEPAN KENING KITA…

Selamat datang di dunia realitas. Dunia penuh keterbatasan. Di sini, perbedaan hanya dipisahkan oleh sebuah kata “tetapi”. Semua orang ingin jadi kaya, tetapi…Semua orang ingin jadi pintar, tetapi…Semua orang ingin jadi cantik dan cakep, tetapi…Semua orang ingin jadi sholih, tetapi…Dan di sini juga letak persamaannya. Persamaannya hanya pada sebuah kata “ingin”. Semua orang punya rasa ingin, semua orang punya mimpi. Tahukah apa yang membedakannya? Bukan sumberdaya yang dimiliki, bukan bawaan lahir dan bukan pula takdir. Percaya atau tidak, yang membedakannya hanyalah dimana kita meletakkan mimpi kita.

Inginnya sih penelitiannya cepat beres, tetapi sebagian besar waktunya dipake untuk tidur, ngerumpi, ngelamun, nge-net ga jelas, chatting di FB, dan sederet aktivitas ga jelas lainnya. Inginnya sih lulus cumlaude atau SM (Sangat Memuaskan), tetapi belajar aja pake sistem SKS (Sistem Kebut Sejam). Inginnya sih, lulus sarjana, trus dapat kerja bagus, punya mobil, punya rumah, de-el-el, tetapi persiapannya ga ada, soft skill standar, bahasa inggris ga bisa, pengalaman organisasi sebatas nampang di CV, linkage apa lagi. Inginnya sih dapat jodoh yang Taqwa, Tajir, Tinggi, Tampan (4T) atau Cholehah, Cajir, Cinggi, Cantik (4C, maksa), tetapi diri sendiri ga pernah ngaca, ibadah standar, amalan standar, niat macem-macem (baik, sedikit baik, seperempat baik, ..). Wuihh, orang-orang begini ni, perlu dibasmi pake obat lalat.

Pernah dengar cerita tentang Napoleon Bonaparte? Sejak kecil ia bercita-cita menjadi tentara. Nah, yang menarik adalah, sejak SD sebelum ia berangkat sekolah, ia selalu mampir ke barak tentara. Tebak, buat apa coba? Hanya untuk menukar bekal sekolahnya yang enak dengan ransum (makanan) tentara. Ia pikir, jika ingin menjadi tentara, ia harus biasa makan ransum dari sekarang. Inilah yang disebut dengan satu langkah setelah meletakkan mimpi di kening (baca: pikiran), atau cerita yang lebih mengharukan, Bethoven walaupun ia sudah mulai tuli, ia tetap membuat lagu sampai telinganya ia tempelkan di kayu piano, atau yang mendaki gunung misalnya, capek, pegal, adalah hal yang biasa. Tetapi, setelah pendaki meletakkan mimpi mereka di alam pikiran bahwa mereka harus sampai ke puncak, bahwa di puncak sana mereka akan mendapatkan keindahan tiada tara, maka rasa capek dan pegal itu menjadi tidak berarti.

Orang-orang seperti Napoleon, Bethoven dan para pendaki gunung adalah orang-orang yang punya mimpi, punya rasa “ingin” , “tetapi” punya segudang keterbatasan. Namun, mereka menjadi orang-orang hebat pada akhirnya, hanya karena mereka meletakkan mimpi mereka di sini (coba masing-masing sentuh keningnya deh), yaitu di dalam pikiran mereka. Ups, tetapi hati-hati, di dunia ini begitu banyak orang yang meletakkan mimpi mereka di dalam pikiran mereka alias ingin ini, ingin itu, tetapi nyatanya ga pernah menjadi kenyataan. Why? Karena mereka ga pernah kerja keras setelahnya. Cuma cuap-cuap dengan mimpi besar, tapi usahanya minim. Dan, tak cukup hanya dengan bekerja, tetapi GOING THE EXTRA MILES kata NOVEL NEGERI LIMA MENARA. Bekerjalah di atas rata-rata! Kalo orang lain bisa berlari keliling 6 kali putaran, maka pastikan kita bisa 7 kali putaran. Kalo orang lain belajar 4 jam, maka kita harus belajar 5 jam dan kalo orang lain menyerak di detik ke-10, maka pastikan kita tidak akan menyerah di detik ke-20.

Kenyataannya adalah masing-masing orang punya keterbatasan. Masing-masing orang bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari orang lain. Ya, memang benar sekali. Dan lebih tinggi dari orang lain tidak dapat dijadikan indikator kesuksesan. Tetapi yang menjadi catatan adalah di dunia ini gak ada orang yang kalah, hanya saja pelajarannya saja agak berat dibandingkan yang lain. Jadi, kalo pelajarannya lebih berat, artinya apa? Harusnya usahanya juga lebih besar. Ya gak? Kalo kita bisa mengangkat satu batu bata dengan tangan kosong, kalo mengangkat 1000 batu bata sekaligus? Ya, pake truk.

Nah, bagi temen-temen yang saat ini sedang dilanda gelisah karena IPK, sofskill, proposal penelitian, draft skripsi, kerja, de-el-el, don’t worry.. Kata NOVEL 5CM ; Begitu kamu punya mimpi-mimpi, cita-cita dan keyakinan, taruh di sini (coba masing-masing bawa jari telunjukknya menggantung mengambang di depan keningnya). Jangan menempel di kening. Biarkan menggantung, mengambang, 5 cm di depan kening kamu. Jadi, dia ga akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Kemudian setelah itu, yang kamu butuhkan Cuma lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.

Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang punya masih punya mimpi dan keyakinan, bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tetapi seseorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun. Dan kamu gak perlu bukti apakah mimpi itu akan terwujud nantinya, karena kamu hanya harus mempercayainya. PERCAYA PADA 5 CM DI DEPAN KENING KAMU.
BRAVOO…!!!! (Puspichan Palazzo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s