START YOUR BUSINESS

Sesi 1 >>>
Menjadi entrepreneur adalah pilihan. Setiap orang punya pilihan sendiri atas profesi yang akan mereka jalani. Namun dewasa ini “profesi entrepreneur” memiliki daya ketertarikan tersendiri. Berbagai seminar bisnis, pameran dan perlombaan business plan digelar untuk menghasilkan lebih banyak pengusaha-pengusaha muda di negara ini. Kenapa ya??? Apa karena lowongan pekerjaan semakin sedikit dengan angka pengangguran yang semakin meningkat? Mungkin ya bagi sebagian orang, tetapi sebuah riset mengatakan bahwa perekonomian sebuah negara akan baik jika di negara tersebut minimal ada sekitar 2 persen pengusaha. Dan di negara kita saat ini angka jumlah pengusaha masih di bawah 0,5 persen.
Layaknya sebuah pilihan, memulai bisnis dari mana pun menjadi pilihan. Bagi mahasiswa, kampus adalah pasar yang menarik.Saat ini, banyak pengusaha muda yang memulai bisnis dari kampus alias saat masih masa kuliah. Sebut saja Elang Gumilang, seorang pengusaha sukses di bidang properti yang merupakan salah seorang mahasiswa Fak. Ekonomi dan Manajemen.Trik pertama mahasiswa yang memilih kampus sebagai pilihan adalah memanfaatkan kampus sebagai pangsa pasar utamanya untuk berbisnis. Misalnya membuka jasa pengetikan atau sewa komputer, jasa kursus bahasa inggris atau kursus komputer, percetakan, counter pulsa atau membuka toko kecil yang menjual alat-alat kantor dan kuliah plus jasa fotocopy.
Selain karena sebuah pilihan, ada juga yang memulai usahanya karena tekanan ekonomi untuk melanjutkan kuliah. Karena biaya yang minim, akhirnya “terpaksa” cari usaha sampingan supaya bisa tetap kuliah. Dan setelah tamat dari universitas, pekerjaan yang ditekuni juga tak jauh dari bidang bisnis yang dirintis sejak masa kuliah.
Namun, apapun alasannya, bagi anda yang telah memutuskan akan menjadi pengusaha, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk memulai usaha anda.
Langkah awal, mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinlah akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpi-lah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk. Begitu juga dengan cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Pemimpi tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata tidak bisa ataupun tidak mungkin.
Langkah Kedua, tampaknya kata “bisnis” tidak akan pernah terpisahkan dari kata “risiko”. Pada kenyataannya, keduanya adalah satu paket yang mau tidak mau harus dihadapi oleh pengusaha. Karena itu, kita memerlukan suatu modal yang sebenarnya sangat mudah didapatkan yaitu “berani” mudah bukan…?? Namun, untuk kebanyakan orang hal ini justru yang sangat sulit untuk dilakukan. Kata “berani” terdiri dari beberapa kategori;
1. BERANI MENCOBA
2. BERANI SUKSES
3. BERANI GAGAL
Berani Mencoba; Cobalah memulai dan cobalah hal-hal yang baru dalam bisnis. Pada saat langkah awal memulai bisnis tidak selalu memerlukan modal besar, cobalah memulai dengan modal yang kecil (istilah kerennya memperkecil resiko). Anda tidak pernah tahu hasilnya jika tidak mencobanya bukan?
Berani sukses ; rasanya tidak perlu dijelaskan lagi kesuksesan yang akan diperoleh dari bisnis. Penghasilan, pengalaman, networking dan banyak lagi output yang dihasilkan dari kegiatan bisnis.
Berani gagal ; dalam perjalanannya, bisnis yang dijalani tentu saja tidak akan mulus. Nah, ketika kegagalan itu datang, hadapi dan ingat kembali mimpi anda di awal. Hal ini akan menguatkan diri untuk melanjutkan bisnis.

Sesi 2 >>>
Langkah ketiga, tentukan ide bisnis anda. Ide bisnis merupakan ruang yang tidak terbatas. Setiap orang bebas menentukan ide bisnis yang akan dijalankannya. Ada beberapa alternatif pilihan ide bisnis:

1.Ide sederhana
Memulai usaha dari ide sederhana.
Contoh; Michael Dell, menjual komputer tidak ke pedagang perantara tetapi menjual langsung ke konsumen. Ia memotong jalur ke perantara, dengan demikian harga PC tersebut dapat ditekan.
2. Pendidikan
Memulai usaha dari pendidikan.
Contoh; Jarry Yang dan David Fillo, pendiri Yahoo memulai bisnis dengan menggunakan pendidikannya sebelum mereka menamatkan kuliahnya, mereka memulai bisnis dengan listing beberapa situs web yang mereka sukai dan menulis beberapa perangkat lunak yang memungkinkan sebuah situs web mendapatkan situs web lain yang akan diletakan pada web yang biasa disebut portal (pertama launching dikunjungi oleh orang-orang dari 90 negara)
3. Pekerjaan
Memulai usaha dari pekerjaan.
Contoh; Eugere Schuller, memulai bisnisnya dari pekerjaan sebagai ahli kimia, ia berhasil membuat formula pewarna rambut yang inovatif “AU REOLE” dan akhirnya ia membuat suatu perusahaan dengan nama “L’OREAL” yang sekarang terkenal di seluruh dunia.
4. Keahlian
Memulai usaha dari keahlian.
Contoh; SOI CHIRO HONDA. Berawal dari keahlian mekanik pada tahun 1992 mulai bekerja di bengkel di usia 15 tahun dia sanggup memperbaiki 10 mobil. Awalnya membuat rancangan Piston yang ditawarkan ke TOYOTA dan ditolak. Dengan kegigihannya ia merancang mesin hemat BBM, hingga dia mendirikan perusahaannya sendiri sampai saat ini memiliki karyawan 100.000 orang membawahi 43 perusahaan di 28 negara.
5. Kejadian
Memulai usaha dari suatu kejadian.
Contoh; RUTH HANOVER. Penemu boneka Barbie, ketika itu ia melihat anaknya sedang bermain boneka-boneka dari kertas lalu munculah inspirasinya membuat boneka yang realistik dan permanen. Barbie merupakan produk yang universal dan tersedia lebih dari 100 kostum baru yang ditambahkan setiap tahun.
6. Keprihatinan
Memulai usaha dari keprihatinan.
Contoh; HENRY NESTLE, yang melihat angka kematian bayi pada saat itu sangat tinggi, dan ia sebagai seorang ahli kimia mencoba mengkombinasikan susu, tepung terigu dan gula untuk mengembangkan sumber alternatif gizi bagi para Ibu yang tak sanggup menyusui.
7. Hobi
Memulai usaha dari hobi.
Contoh; MORYATI SUDIBYO. Sebagai putri keraton sejak dulu akrab dengan jamu dan meracik jamu yang akhirnya mendirikan PT. Mustika Ratu. Mustika Ratu adalah pemimpin industri pembuat jamu dan kosmetik yang menggunakan bahan alami di Indonesia. Didirikan sejak tahun 1978, Mustika Ratu telah mengekspor ke sekitar 20 negara. Dengan produk melebihi 700 jenis.
Nah, sekarang semua tergantung anda mau memilih salah satu alternatif ide bisnis di atas menjadi bisnis yang paling menarik dan berprospek menurut anda.
Langkah Keempat, siapkan modal. Ini paling penting yang harus disiapkan. Modal awal bisa berasal dari tabungan, gaji yang disisihkan atau sumber lain. Bagaimana jika tidak punya modal sama sekali? Jika tidak punya dana cash sama sekali, coba jadi “broker” terlebih dahulu, misalnya menjadi freelance marketer produk orang lain, dari komisi yang didapatkan dikumpulkan sedikit demi sedikit sehingga tercapai modal yang cukup untuk memulai usaha. Jadi diperlukan sikap disiplin menyisihkan penghasilan untuk modal usaha. Bisa juga (kalau terpaksa) meminjam ke sanak saudara, karena biasanya saudara sudah saling mengenal sehingga sudah ada rasa kepercayaan terhadap kita. Usahakan minimal dana yang dimiliki sendiri 50% dari total modal yang dibutuhkan dan ingat perjanjian kapan pengembaliannya atau mencicil utang tersebut. Jangan sampai hubungan persaudaraan jadi retak karena masalah hutang-piutang yang tidak beres.
Alternatif sumber modal yang lain adalah mengajak teman atau saudara untuk menanamkan modalnya pada usaha yang akan dirintis. Atau bisa juga dengan membuat usaha patungan dengan modal dalam persentase tertentu. Atau dalam bahasa kerennya disebut joint venture. Misalnya rencana membuka toko baju dengan modal awal 10 juta (sudah termasuk sewa tempat, peralatan dan barang modal), jika membuka sendiri memang berat, tetapi jika rencana ini bisa dishare ke saudara atau teman lain, misalnya dengan mengajak 3 orang lagi untuk patungan, sehingga totalnya 4 orang yang bersama-sama membuka usaha, otomatis masing-masing hanya menyetor 2,5 juta. Lebih ringan bukan?

Sesi 3 >>>
Langkah Kelima, dalam konsep pemasaran dikenal konsep 4P(product, price, placement and promotion). Dan dalam bisnis pun, konsep ini dapat digunakan, yaitu;
• Product
Menentukan produk/jasa yang akan ditawarkan ke pasar umumnya menjadi langkah paling awal. Dalam bahasa pemasaran disebut market research. Banyak pengusaha yang gagal dalam bisnisnya karena produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.Cara termudah adalah dengan membandingkan langsung dengan produk sejenis, dan melakukan riset kecil-kecilan ke target pasar mengenai kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut. Hasil dari riset tersebut diharapkan memberikan informasi yang lebih akurat bagi pengusaha mengenai prospek pasar yang akan dimasukinya dan produk seperti apa yang diharapkan oleh target pasar.
• Price
Menentukan harga produk tidak semudah yang dibayangkan. Pertanyaan utamanya adalah, bilamanakah harga produk atau jasa dapat diterima oleh pasar? Cara yang umum digunakan adalah dengan menggunakan patokan hitungan biaya produk tersebut dari awal disiapkan hingga siap jual. Serta sesuaikan harga produk dengan konsumen sasaran kita. Jika konsumen sasaran kita adalah mahasiswa, maka harganya pun harus disesuaikan dengan harga yang terjangkau oleh mahasiswa.
• Placement
Lokasi merupakan salah satu faktor penting dalam hal membuka usaha. Ada usaha yang cocok dibuka disuatu tempat / area, tetapi tidak cocok di tempat lainnya. Misalnya, mahasiswa biasanya membutuhkan tempat fotocopy atau rental komputer, maka tempatnya pun harus mendekati universitas atau kos-kosan mahasiswa. Sedangkan jika akan membuka usaha toko kelontong lebih cocok disekitar perumahan atau pemukiman penduduk. Lihat kondisi daerah yang anda bidik, ramai atau tidak, potensinya, dan rencana pengembangan daerah itu kedepannya, karena hal itu berhubungan dengan maju mundurnya bisnis anda di masa depan.
Jika harga sewa suatu lokasi lumayan mahal dan tak terjangkau, bisa mencoba memulai usaha dari rumah sendiri terlebih dahulu, misalnya menyulap garasi menjadi tempat usaha. Coba jika anda berjalan-jalan, lihatlah saat ini di depan rumah-rumah orang sudah banyak yang berjualan, ada yang berjualan voucher handphone, casing, hp second, ada yang berjualan nasi uduk, ada yang berjualan barang kelontong (aneka keperluan rumah tangga dan bahan pokok), pisang goreng, sampai ayam goreng crispy. Kelebihan membuka usaha dari rumah adalah sewa tempat menjadi “gratis“, dan untuk penerangan malam hari tinggal diambil dari listrik rumah.
• Promotion
Jika modal sudah disiapkan, produk, harga dan lokasi sudah didapatkan, maka sekarang mulailah pelajari strategi bisnisnya. Dari bagaimana cara memperoleh penjualan yang bagus, cara mengelola usahanya, arus cash dan lain sebagainya, pendek kata bagaimana caranya supaya bisnis tersebut bisa berkembang dan maju. Kenali kapan permintaan konsumen banyak, dan kapan sepi. Hal ini perlu disiapkan, karena akan berhubungan dengan pengelolaan keuangannya.
Langkah awal adalah memasang spanduk di depan toko, mencetak dan menyebarkan brosur, memasang banner di depan toko. Dalam melayani pelanggan harus ramah, dan penuhi kebutuhan pelanggan lebih dari apa yang mereka harapkan, agar lain kali mereka akan membeli di toko kita, bukan di tempat pesaing.
Selain itu, faktor promosi harus benar-benar diperhatikan, karena kadang-kadang kegiatan promosi dihilangkan saat roda bisnis sedang lesu dengan alasan tidak ada dana. Promosi usaha dalam bentuk apapun jangan sampai terhenti dalam jangka waktu yang lama, karena bisa-bisa customer lupa akan usaha anda. Jika anda berpromosi secara rutin, orang akan selalu ingat kepada usaha , produk dan jasa anda, bahkan tertanam di alam bawah sadarnya informasi tentang bisnis anda. Promosi yang terus-menerus akan berdampak pada terjadinya penjualan. Media promosi bisa bermacam-macam dan tergantung anda mau memilih yang mana. Apakah mau menggunakan media iklan tertulis, lisan maupun melalui media online.
Bila usaha sedang seret, tetaplah berpromosi, cuma usahakan mencari cara-cara promosi yang lebih efektif tapi lebih efisien dan mengena sasaran pelanggan anda. Kadang memang harus berkorban terlebih dahulu jika pemasukan minim tetapi biaya promosi selalu keluar. Tetapi justru ketika kondisi ekonomi sedang buruk dan kita berhenti berpromosi, bisa-bisa kita dianggap sudah gulung tikar oleh pelanggan.

Di samping kelima hal di atas, satu hal yang harus dimiliki oleh pengusaha adalah jiwa pembelajar dan senang mencari hal-hal baru. Mereka adalah orang-orang yang tidak gampang puas dan bangga dengan kesuksesan mereka hari ini. Tetapi mereka adalah orang-orang yang terus belajar untuk semakin meningkatkan competence and capacity bisnis mereka. Pengalaman sebagai guru yang terbaik tidak selalu datang dari diri sendiri. Kita bisa menimba ilmu dari pengalaman pelaku bisnis yang telah sukses mendahului kita. Belajar langsung dari sang master tentu saja merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan pengetahuan dan bahkan membantu kita memperoleh hasil yang maksimal sambil mengukur sejauh mana kemampuan dan kerja keras kita. Dan the last, selalu bersyukur atas hasil dan kesuksesan yang diperoleh.
Selamat mencoba dan sukses !!!
(Puspi)

One thought on “START YOUR BUSINESS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s