Germany Daily Life: Ketika pintu mesin cuci di Roko tidak bisa dibuka

Goettingen, April 2013

 

Hari yang baik untuk mencuci..du..du..du. Eh, kata siapa? Kata saya!!!

Aturan mencuci di sini (Jerman) kan sederhana. Masukkan cucian, jangan sampai kepenuhan. Paling tidak sediakan ruang antara cucian dengan pintu mesin cuci.

“Pokoknya jangan sampai kepenuhan, apalagi sampai sesak banget dengan pintu mesin cucinya, atau risiko didenda 40 euro!!!” Ini kata salah seorang teman saya

“Loh, kenapa didenda 40 euro?Wong cuma gitu doang juga.”

“Ya iya, soalnya kita harus memanggil teknisinya untuk ngebukain, dan hal begini bisa membuat mesin cucinya rusak”

Dan, hari ini pun terjadi…

****

Setelah menunggu sejam sepuluh menit, saya pun menuju keller. Dicoba menekan tombol tür berkali-kali tidak berhasil. Dicoba menarik pintu sekuat tenaga pun sia-sia. Padahal cucian saya nggak banyak keterlaluan. Tadi ketika memasukkan cucian ke dalam mesin, saya yakin sekali masih tersedia banyak ruang di dalamnya. Trus, kenapa?

Oke, tenang..tenang…

Sengaja saya berdiam dulu beberapa saat di keller. Padahal biasanya saya paling penakut nggak mau berlama-lama di ruangan ini. Rasanya gimana gitu. Kali ini beda kasus. Ngapain? Mikir!!!

****

“Excuse me? Could you help me with this please?” Tanya saya pada salah seorang wanita yang kebetulan masuk ruangan cuci dan mau mengeluarkan cuciannya dari mesin.

Saya cuma mengamati dirinya menekan-nekan berbagai tombol dan sudah menduga hasilnya akan seperti apa. Halloooo,,, dari tadi juga saya udah nyobain semua tombol..

“I think you better go to washing maschine tutors. They are in the 2nd and 10th floor.”

“Oww..oke, thank you very much.”

****

Lantai 2 kamar 201:

“Teeeeeeeeettttttttt”

“Teeeeeeeeeetttttttt”

Sekian menit nggak ada jawaban. Sudah pasti tidak ada orang di dalam. Ketika sudah bersiap-siap pergi, nggak sengaja baca tulisan di depan kamar ditulis di selembar kertas A4.

“Washing maschine’s door can’t be open? Press red button, then try to press tür again”

Hati saya agak lega kali ini. Buru-buru langsung ke keller lagi dan melakukan sesuai instruksi. Hasilnya? Sia-sia…

****

Lantai 10, kamar 1028:

Belum sampai jari menekan bel, eh di belnya ditulis bahwa orang yang bersangkutan sedang tidak ada di kamar dari tanggal 1-10 April.

Pyuhhhh….

Pantang menyerah, saya menuju kamar teman-teman saya di lantai sepuluh. Wah, untung ada Angga dan Majek. Bertiga akhirnya kami ke keller lagi dan melakukan segala macam aksi. Dari menekan segala tombol, memeriksa apakah ada tombol rahasia di balik mesin cuci, atau mencoba menarik manual pintu mesin, dan hasilnya SIA-SIA.

Pintunya tidak terbuka sedikitpun.

****

Image“Ang, ini bisa dibuka.” Kata saya ketika iseng menekan bagian persegi kecil di sisi kiri bawah mesin cuci.

Di dalam kotak ini ada semacam pengait berwarna putih yang letakknya menggantung.

“Itu apa? Coba tarik!!!”

Kemudian ditarik dan…”Ceklekkkkkkk…”

Huaaaaa….pintunya terbuka. Alhamdulillah..

Dan pas dilihat cuciannya masih basah seperti baru direndam air begitu saja. Tampaknya mesinnya memang sedang rusak.

****

So, pelajaran pentingnya adalah pertama tentu saja jangan masukkan cucian berlebihan. Kedua kalau merasa tidak memasukkan cucian berlebihan, tetapi pintu mesin cucinya tiba-tiba tidak bisa dibuka, bisa mengikuti cara saya. Cari bagian kotak persegi kecil di sisi bawah mesin, buka lalu tarik pengait berwarna putihnya.

Anyway, semoga tidak terjadi di orang lain deh.

*****

 

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s